Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Bisa dialami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Perkataan senantiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam pengertian abad ke-21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan

Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Menurut Erich Fromm, ada lima syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu:

  • Perasaan
  • Pengenalan
  • Tanggung jawab
  • Perhatian
  • Saling menghormati

Erich Fromm dalam buku larisnya (The Art of Loving) menyatakan bahwa ke empat gejala: care, responsibility, respect, knowledge muncul semua secara seimbang dalam pribadi yang mencintai. Omong kosong jika seseorang mengatakan mencintai anak tetapi tak pernah mengasuh dan tak ada tanggung jawab pada si anak. Sementara tanggung jawab dan pengasuhan tanpa rasa hormat sesungguhnya & tanpa rasa ingin mengenal lebih dalam akan menjerumuskan para orang tua, guru, rohaniwan, dan individu lainnya pada sikap otoriter.

Dalam bahasa Jawa, Cinta adalah Katresnan, yang dapat didefinisikan “kang muncul saka ati kang suci, saka swaraning batin kang murni lan saka pracaya kang tulus-éklas.” ( sesuatu yang keluar dari perasaan/hati yang suci, melalui suara hati yang murni, yang percaya meyakini ketulusan dan keikhlasan.).

 

sementara seorang Iksan Skuter menterjemahkan cinta dalam lirik lagunya;

Cinta itu matahari kepada rerumputan

Ikhlas menyinari dan jujur menghidupi

Cinta itu lautan kepada nelayan

Berikan apapun tak mengharapkan imbalan

Cinta itu udara kepada bumi manusia

Tak pernah berikrar dan tak pernah berbayar

Cinta itu hijau hutan kepada binatang

ikhlas dan rela berkorban, teduh melindungi

Cinta itu akar-akar yang menghujam bumi

Menguatkan, menyatukan dan mengaitkan semuanya

Cinta itu kerbau-kerbau kepada petani

mengabdi dan setia walau dipecut dan didera

Cinta itu air hujan yang basahi bumi

Menyuburkan dan menumbuhkan jutaan arti

Cinta itu kupu-kupu yang memeluk bunga

Saling mengisi, mengasihi, saling melindungi

Cinta itu tak pernah banyak mulut dan kata

Tak terlihat dan selalu berkata-kata dengan rasa

Cinta itu induk singa bersama anaknya

Tak terfikir membunuh dan tak terfikir membuangnya

Cinta itu embun pagi kepada cakrawala

Mendinginkan, membuat indah fajar pagi yang merekah

Cinta itu hati yang ada di tubuh kita

Tak bicara, tak berkata, tapi menggerakkan semuanya

Cinta itu bintang-bintang kepada rembulan

Yang setia menemani, menghias gelapnya malam

Cinta itu lilin kepada nyala api

Rela mengorbankan dirinya untuk berikan sinar cahaya

 

Rampes … 

 

admin Artikel, Kesehatan